BERITASERUYAN.COM — Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Seruyan berhasil melokalisir dan memadamkan dua titik kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur dan Kecamatan Seruyan Hilir, Rabu (9/9). Hingga kegiatan berakhir, tidak ditemukan lagi kemunculan titik api.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, S.Pi, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah unsur dalam Satgas Karhutla Kabupaten Seruyan.
Dua lokasi yang ditangani masing-masing berada di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, dengan luas lahan terbakar dan berhasil dipadamkan sekitar 2 hektare. Lokasi kedua berada di Jalan Gajah Mada, Pematang Beringin, Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir, dengan luas sekitar 1 hektare.
Kedua lokasi tersebut berjarak sekitar 7 kilometer dari Posko Induk Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Seruyan. Tim membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai lokasi menggunakan transportasi darat.
Dalam operasi tersebut, personel gabungan terdiri atas tiga anggota TNI, tiga anggota Polri, 10 personel BPBD, satu personel KPHP, satu personel Manggala Agni, satu personel Damkar, serta satu personel Marnit.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim mengerahkan satu unit alkon, 10 selang, tiga unit HT, dua unit water suplai, empat mobil tangki BPBD, satu mobil patroli BPBD, satu mobil pickup tangki, serta satu mobil tangki Kodim 1015/SPT.
Sebelum melakukan pemadaman, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan instansi terkait, melaksanakan briefing, dan menyiapkan seluruh perlengkapan. Setelah itu, personel bergerak melakukan pemadaman dan pengendalian api di lokasi.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Selama penanganan, tidak terdapat kendala berarti. BPBD juga melaporkan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut.
Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, api berhasil dilokalisir dan tidak kembali muncul. Kondisi di kedua lokasi selanjutnya terus menjadi perhatian untuk memastikan tidak terjadi kembali titik api.







