BERITASERUYAN.COM – Tim gabungan Siaga Darurat Karhutla berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas kurang lebih dua hektare di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Selasa (18/08). Operasi cepat ini dilakukan untuk mencegah meluasnya area terbakar yang berpotensi menimbulkan kabut asap di permukiman warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, S.Pi., menjelaskan bahwa lokasi kebakaran terdeteksi di Desa Kartika Bakti, Kompleks Perumahan II, pada titik koordinat 3°18’35,19″S dan 112°34’27″E. Jarak lokasi dari Kantor BPBD berkekuatan sekitar lima kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu 10 menit menggunakan transportasi darat dari Posko Siaga Darurat Karhutla.
Operasi pemadaman yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB tersebut melibatkan unsur tim gabungan yang terdiri atas personel BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Marnit Polairud. Sinergi lintas instansi ini menjadi kunci utama keberhasilan penanganan di lapangan.
Dalam menjalankan misi tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, antara lain satu unit mesin pompa air (alkon), sepuluh rol selang pemadam, tiga unit handy talky (HT), satu unit suplai air, serta satu unit mobil patroli. Selain itu, mobilitas personel dan logistik juga didukung oleh dua unit mobil tangki BPBD dan satu unit mobil patroli BPBD.
Prosedur penanganan darurat diawali dengan koordinasi lintas sektor, pelaksanaan apel singkat atau briefing di posko, serta pengecekan dan penyiapan seluruh perlengkapan teknis sebelum bergerak ke titik api. Setibanya di lokasi, tim langsung berjibaku melakukan penyemprotan dan pendinginan secara intensif untuk melumpuhkan kobaran api.
Berkat kesigapan dan kerja sama yang solid dari seluruh unsur yang terlibat, operasi pemadaman dinyatakan membuahkan hasil optimal. Api berhasil dilokalisir sepenuhnya dan dipastikan tidak ada lagi kemunculan titik api baru di area tersebut, sehingga situasi di wilayah terdampak kini telah aman dan terkendali.






