BERITASERUYAN.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul potensi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga akhir tahun. Status ini diberlakukan guna mengantisipasi ancaman kekeringan serta meminimalisasi risiko bencana di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, S.Pi., menjelaskan bahwa penetapan status siaga darurat ini merujuk langsung pada analisis dan perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Masa siaga tersebut telah resmi diberlakukan mulai tanggal 1 Juli hingga 31 Oktober mendatang.
“Potensi kemarau berdasarkan BMKG, kita menetapkan status siaga kita ini pada tahap perkiraan BMKG kemarin sampai bulan Oktober. Makanya kemarin kita juga menetapkan status siaga kita dari tanggal 1 Juli sampai dengan tanggal 31 Oktober,” ujar Agus Supriadi saat ditemui di Posko Siaga Darurat Karhutla, Selasa (18/8).
Agus menambahkan, durasi musim kemarau pada tahun ini masih bersifat dinamis dan berpotensi mengalami perpanjangan. Berdasarkan pemutakhiran data perkiraan cuaca, musim kemarau bahkan berisiko berlangsung hingga akhir bulan November 2026. Kendati demikian, pihak BPBD tetap memantau perkembangan siklus cuaca yang kerap mengalami perubahan secara fluktuatif.
“Kita tidak tahu lagi nanti, apakah nantinya musim kemarau ini akan panjang, tetapi kalau menurut perkiraan BMKG ini bisa terjadi sampai bulan November akhir. Kita belum tahu juga, karena siklus dari cuaca ini ada berubah-ubah juga,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi di lapangan, BPBD Kabupaten Seruyan terus menyiagakan personel dan sarana prasarana di Posko Siaga Darurat Karhutla. Upaya pencegahan dan pemantauan titik panas (hotspot) digencarkan guna merespons laporan masyarakat secara cepat dan terpadu.
Di tengah potensi cuaca kering yang panjang ini, pihak BPBD tetap menaruh harapan besar terhadap dinamika atmosfer regional yang mulai menunjukkan tanda-tanda positif di wilayah sekitar. Agus menyebutkan, beberapa daerah tetangga di bagian barat terpantau mulai diguyur hujan. Ia berharap kondisi serupa segera merata ke wilayah Kabupaten Seruyan agar ancaman bencana kemarau dapat segera teratasi.
“Saya dengar di daerah barat, daerah Pontianak sudah mulai ada hujan, dan di daerah tersebut sudah mulai hujan. Mudah-mudahan bencana kemarau yang ada di tempat kita ini cepat selesai, dan mudah-mudahan bulan September atau November sudah mulai turun hujan,” pungkasnya.







