MKG Prediksi Puncak Musim Hujan Seruyan Januari 2027, Ancaman Karhutla Masih Tinggi

0
9

BERITASERUYAN.COM – Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, masih menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah masa peralihan menuju musim hujan. Berdasarkan paparan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di wilayah Seruyan dalam sepekan ke depan diperkirakan didominasi cerah berawan dengan potensi hujan yang belum merata.

Informasi tersebut disampaikan dalam paparan terkait kondisi cuaca dan iklim Kabupaten Seruyan yang berlangsung di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Rabu (29/10). Kegiatan ini menjadi salah satu acuan bagi pemerintah daerah dalam mempersiapkan langkah penanganan bencana, khususnya karhutla, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan kondisi cuaca ke depan.

Prakirawan Cuaca BMKG H. Asan Kotawaringin Timur (Kotim), Alfa Centauri, menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Seruyan saat ini masih berada dalam masa peralihan menuju musim hujan. Pada periode tersebut, hujan masih berpotensi terjadi, tetapi intensitasnya relatif terbatas dan sebarannya belum merata.

“Dalam satu minggu ke depan, kondisi cuaca di Kabupaten Seruyan diprakirakan masih didominasi cerah berawan dengan potensi hujan yang tidak terlalu banyak,” demikian gambaran prakiraan cuaca yang disampaikan dalam paparan tersebut.

Di sisi lain, tingkat kemudahan terjadinya kebakaran lahan di Kabupaten Seruyan masih berada pada kategori sangat mudah terbakar. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

BMKG juga memaparkan perbedaan waktu awal musim hujan berdasarkan wilayah. Seruyan bagian atas diperkirakan memasuki periode musim hujan pada dasarian kedua Oktober atau tanggal 11–20 Oktober. Sementara itu, Seruyan bagian tengah diperkirakan mulai memasuki periode tersebut pada 21 Oktober hingga akhir bulan. Adapun Seruyan bagian bawah diprediksi mengalami awal musim hujan lebih lambat, yakni pada akhir November atau Desember.

Secara umum, puncak musim hujan di Kabupaten Seruyan diprakirakan terjadi pada Januari 2027.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, menjelaskan bahwa hujan yang mengguyur wilayah Seruyan selama dua hari terakhir dikaitkan dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi tersebut dilakukan melalui Satgas Udara di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, dengan pengerahan pesawat untuk menyemai awan hujan di sejumlah wilayah sasaran, termasuk Kotawaringin Timur, Pangkalan Bun, dan Seruyan.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi kering dan risiko karhutla yang belum menurun, masyarakat diimbau tetap waspada serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi potensi bencana selama masa peralihan musim.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments