BERITASERUYAN.COM– Tim SAR Gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi tiga jenazah di wilayah pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat (25/9). Dengan penemuan tersebut, total jenazah yang ditemukan di wilayah pesisir Desa Sungai Perlu dan sekitarnya kini mencapai tujuh orang.
Ketujuh jenazah tersebut untuk sementara diduga memiliki keterkaitan dengan kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 yang terjadi pada 13 September 2026 di perairan Masalembo atau Masalembu, Laut Jawa. Namun, hingga saat ini, identitas ketiga jenazah yang baru ditemukan masih dalam proses pemeriksaan dan identifikasi oleh pihak berwenang.
Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Seruyan Aipda Ronny, menyampaikan bahwa proses identifikasi masih berlangsung.
Kepada jurnalis BERITASERUYAN.COM, Ronny mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai identitas maupun keterkaitan ketiga jenazah dengan peristiwa tertentu sebelum hasil resmi diumumkan.
“Untuk identitas ketiga jenazah saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan identifikasi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai identitas maupun keterkaitannya dengan kejadian tertentu sebelum ada hasil resmi dari pihak yang berwenang,” ujarnya.
Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 15.59 WIB setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi mengenai dua jenazah di pesisir pantai Desa Sungai Perlu, pada koordinat 03.2562° LS dan 111.9230° BT. Kedua jenazah kemudian dievakuasi menuju wilayah Sendurian.
Sekitar pukul 16.35 WIB, tim kembali menemukan satu jenazah di sekitar Sungai Gantingan, Desa Sungai Perlu, pada koordinat 03.4647° LS dan 111.9936° BT. Jenazah tersebut selanjutnya dievakuasi menuju Sendurian untuk digabungkan dengan dua jenazah sebelumnya.
Pada pukul 17.30 WIB, ketiga jenazah tiba di Sendurian. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan kendaraan Basarnas menuju Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, sebelum diteruskan ke RS Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk menjalani pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
Sebelumnya, empat jenazah telah ditemukan di wilayah tersebut, masing-masing dua jenazah pada 21 September dan dua jenazah pada 24 September 2026.
Tim SAR Gabungan bersama instansi terkait masih terus melakukan upaya pencarian, evakuasi, dan penanganan terhadap setiap temuan di wilayah pesisir Desa Sungai Perlu dan sekitarnya. (RN/red)







