BERITASERUYAN. COM– Tim SAR Gabungan mengevakuasi dua jenazah tanpa identitas yang ditemukan di wilayah pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Kamis (24/9).
Kedua jenazah ditemukan di dua lokasi berbeda, yakni pesisir Pantai Sungai Rambai dan pesisir Pantai Sungai Besi. Evakuasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pencarian korban yang diduga berkaitan dengan peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di wilayah perairan Kalimantan Tengah.
Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi membenarkan kegiatan tersebut. Berdasarkan konfirmasi jurnalis BERITASERUYAN.COM, proses evakuasi melibatkan Basarnas Kalteng, TNI AL, TNI AD, Polsek Seruyan Hilir, Satpolairud Polres Seruyan, serta Kamarnit DAS Seruyan.
Kegiatan diawali apel konsolidasi di Pos Karhutla PT Kumai Sentosa, Kampung Sungai Gantingan, sekitar pukul 10.00 WIB. Apel dipimpin Danpos TNI AL untuk mempersiapkan pelaksanaan evakuasi.
Sekitar pukul 11.30 WIB, tim menemukan jenazah pertama di pesisir Pantai Sungai Rambai pada koordinat 3.4966° LS dan 111.9535° BT. Jenazah berjenis kelamin belum teridentifikasi dan ditemukan dalam kondisi tanpa kepala. Saat ditemukan, jenazah mengenakan celana pendek hitam serta baju lengan pendek berwarna hitam bermotif tutul ungu.
Tim kemudian melanjutkan pencarian menuju wilayah Sungai Besi. Medan yang berlumpur dan akses sungai yang tidak dapat dilalui kendaraan membuat petugas harus berjalan kaki sekitar 10 kilometer.
Pada pukul 12.30 WIB, jenazah kedua ditemukan di pesisir Pantai Sungai Besi pada koordinat 3.5352° LS dan 111.9100° BT. Jenazah ditemukan dalam kondisi tubuh lengkap, mengenakan celana panjang hitam dan baju lengan panjang hitam.
Kedua jenazah telah mengalami pembusukan. Proses evakuasi dilakukan menggunakan kantong jenazah dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan petugas serta aspek kemanusiaan. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan kapal dan kendaraan Basarnas.
Sekitar pukul 16.40 WIB, seluruh tim kembali ke Kantor Desa Sungai Perlu untuk melaksanakan konsolidasi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Kedua jenazah tanpa identitas tersebut selanjutnya akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan di Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi.
Untuk sementara, kedua jenazah diduga berkaitan dengan peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Namun, kepastian identitas maupun keterkaitan dengan insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait. (RN/red)







