Oplus_131072

BERITASERUYAN.COM— Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama Dinas Pertanian meninjau pengembangan lahan pertanian yang dialihfungsikan sementara menjadi lahan produktif untuk tanaman hortikultura, seperti semangka dan mentimun, di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (16/9).

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., mengatakan pengembangan tanaman hortikultura menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan petani, khususnya saat musim kemarau. Selain memiliki masa panen relatif singkat, sejumlah komoditas tersebut dinilai mampu memberikan hasil dan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Menurutnya, tanaman semangka dapat menghasilkan sedikitnya 2 ton per hektare. Dengan pengelolaan lahan yang baik serta penggunaan bibit unggul, produksinya bahkan berpotensi mencapai 5,6 hingga 7–8 ton per hektare.

“Semangka masa panennya relatif singkat, sekitar 60 hari. Dengan pengelolaan dan bibit yang baik, hasilnya cukup tinggi dengan modal perawatan yang relatif efisien,” kata Bupati.

Sementara itu, mentimun memiliki masa panen lebih cepat, yakni sekitar 28 hari. Harga jualnya juga dinilai cukup kompetitif, berada di kisaran Rp10.000 per kilogram, dengan kebutuhan modal yang relatif kecil.

Di sisi lain, Pemkab Seruyan juga tengah mempersiapkan program Okmar atau musim tanam Oktober-Maret untuk komoditas padi. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, termasuk Direktur BRMT, direncanakan meninjau kesiapan lahan pertanian di Seruyan. Namun, persiapan di tingkat petani masih membutuhkan percepatan, terutama dalam proses pembersihan lahan.

Para petani berharap dukungan pemerintah tidak hanya berupa bantuan sarana produksi, tetapi juga pendampingan dan penguatan infrastruktur pertanian. Salah satu petani, Wukamto, menyebut bantuan pemerintah dikelola secara mandiri untuk pengadaan bibit unggul secara daring, sementara kebutuhan pupuk kandang diupayakan melalui produksi sendiri.

Petani juga menyampaikan perlunya perhatian terhadap keamanan di sekitar lahan dan kebun serta pendampingan penyuluh yang lebih aktif dalam memberikan solusi atas persoalan di lapangan.

Menurut para petani, Seruyan memiliki peluang menjadi salah satu pemasok sayur dan buah untuk pasar regional, termasuk Sampit, mengingat permintaan komoditas hortikultura cukup tinggi.

Bupati menegaskan aparatur pertanian dituntut lebih tanggap dan progresif. Pengelolaan infrastruktur, mulai dari irigasi primer, sekunder, tersier hingga infrastruktur penunjang melalui dana SIPURI, juga perlu memiliki perencanaan dan realisasi yang jelas agar mampu mendukung produktivitas petani. (RN/red)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments