PALANGKA RAYA – Sebanyak 3.000 pelaku usaha di sektor prioritas seperti pangan lokal, perikanan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) olahan, ekonomi kreatif, serta hilirisasi produk desa menjadi sasaran utama program Kredit UMKM Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (HAGUET), dengan plafon pinjaman maksimal hingga Rp 50 juta per debitur.

Program yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) ini tengah dimatangkan melalui rapat pembahasan yang dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik H Darliansjah. Skema ini dirancang untuk memperluas akses pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di daerah.

Selain itu, penguatan dilakukan melalui penjaminan kredit oleh PT Jamkrida Kalteng hingga 70 persen. Pendampingan usaha juga menjadi bagian penting, mulai dari tahap pra hingga pasca penyaluran kredit.

Program ini turut mengedepankan inovasi kebijakan melalui kurasi usaha, monitoring berbasis data, serta integrasi lintas perangkat daerah. Pemerintah juga menyiapkan dashboard digital untuk memantau penyaluran kredit, kinerja UMKM, dan risiko kredit macet secara real time.

Pemprov Kalteng berharap program HAGUET dapat memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendorong UMKM naik kelas dan lebih berdaya saing. (Red)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments