Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan strategis pada 2026. Pernyataan ini disampaikan saat arahan resmi pada acara serah terima kunci alat berat di halaman Dinas PUPR, Jumat (12/12/2025).
Shalahuddin menjelaskan, meski dana transfer sempat turun hampir 50 persen, dari Rp3,2 triliun menjadi Rp1,7 triliun, pemerintah daerah berhasil memulihkan anggaran melalui dana GDF menjadi Rp3,2 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk program prioritas, termasuk visi dan misi serta 11 program unggulan.
Salah satu program unggulan adalah pengadaan alat berat untuk pembangunan jalan dan jembatan melalui skema swakelola. Bupati menegaskan alat berat ini tidak boleh disewakan atau digunakan untuk kegiatan kontraktual pihak ketiga, serta wajib diberi label “Dinas PUPR”.
Selain itu, Pemkab mulai membangun tiga jembatan besar: Jembatan Sikan Tumpung Laung, Jembatan Lemo, dan Jembatan Lahei beserta jalan penghubungnya. Dua jembatan pertama sudah mencapai progres 10–20 persen dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp740 miliar.
Di bidang pendidikan, pemerintah menargetkan seluruh 32.000 siswa menerima bantuan seragam, tas, sepatu, dan buku, serta memperkuat pelayanan kesehatan gratis berbasis KTP.
Shalahuddin menekankan seluruh program berjalan mulai 2026 dan dilanjutkan skema multi-year hingga 2030. Ia menutup arahan dengan ajakan mendoakan kelancaran pembangunan dan keberkahan bagi masyarakat Barito Utara.







