BERITASERUYAN.COM- Sebanyak 211 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Kabupaten Seruyan hingga Senin, 31 Agustus 2026. Berdasarkan data perhitungan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, kejadian karhutla tersebut diperkirakan telah mencakup area seluas 621,6 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, S.Pi., menyampaikan data tersebut berdasarkan pemantauan dan perhitungan yang dilakukan hingga 31 Agustus 2026 melalui Posko Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Seruyan.
Dari sejumlah wilayah yang terdampak, Kecamatan Seruyan Hilir Timur tercatat sebagai kawasan dengan luasan lahan terbakar paling besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya penanganan sekaligus pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
Agus mengatakan, langkah antisipasi dan mitigasi secara proaktif akan terus dilakukan, terutama pada kawasan yang telah diidentifikasi sebagai zona merah atau wilayah rawan karhutla, termasuk daerah yang memiliki keterbatasan sumber air.
Menurutnya, pemetaan terhadap wilayah rawan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan di lapangan. Selain pemadaman ketika kebakaran terjadi, upaya pencegahan juga diperlukan untuk menekan risiko meluasnya kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang rentan terbakar.
BPBD Kabupaten Seruyan juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu penanganan karhutla. Masyarakat yang menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.
Laporan dapat disampaikan melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat, maupun menghubungi sejumlah layanan darurat, yakni Damkar Seruyan di (0538) 21113, BPBD Seruyan di 0822-4999-9030, serta Polres Seruyan melalui 110.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam mempercepat penyampaian informasi, sehingga petugas dapat segera melakukan langkah penanganan sebelum api berkembang dan menyebabkan dampak yang lebih luas. (RN/Red)







