BERITASERUYAN.COM – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Seruyan berencana mengembangkan sistem pelatihan kerja berbasis kebutuhan perusahaan guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal. Melalui kebijakan tersebut, program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) nantinya akan disesuaikan dengan jenis keterampilan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha.
Hal tersebut disampaikan Kepala Disnakertrans Kabupaten Seruyan, Idham BW Kusumah, S.E., MSM., saat memberikan tanggapan terkait arahan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, dalam wawancara di Aula Rapat Serba Guna DPRD Seruyan, Senin (2/11).
Idham menyampaikan bahwa arahan Ketua DPRD tersebut sejalan dengan rencana kerja Disnakertrans ke depan, khususnya dalam melakukan pembenahan dan inovasi penyelenggaraan pelatihan kerja agar lebih tepat sasaran.
Sebagai langkah awal, pihaknya telah menyurati sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Seruyan untuk meminta data mengenai kebutuhan tenaga kerja, termasuk bidang pekerjaan dan kualifikasi karyawan yang diperlukan.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan jenis pelatihan yang diselenggarakan melalui BLK. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta pelatihan diharapkan sesuai dengan kebutuhan nyata perusahaan.
“Jadi, apa yang dibutuhkan perusahaan itulah yang akan kami latih. Dengan begitu, ada sinkronisasi antara permintaan tenaga kerja dari perusahaan dan kompetensi yang kami persiapkan melalui BLK,” ungkap Idham.
Lebih lanjut, Disnakertrans juga merencanakan kerja sama melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi lulusan BLK untuk langsung memasuki dunia kerja.
Idham berharap tingkat penyerapan lulusan BLK dapat mencapai 100 persen. Namun, pihaknya menetapkan target minimal 70 persen lulusan dapat terserap bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Seruyan.
Selain itu, Disnakertrans akan membentuk ikatan alumni BLK sebagai wadah komunikasi dan berbagi informasi lowongan pekerjaan. Melalui wadah tersebut, para alumni diharapkan dapat saling memberikan informasi mengenai kesempatan kerja, sekaligus mempermudah pemerintah dalam memantau perkembangan lulusan.
Pemantauan tersebut mencakup jumlah lulusan yang telah bekerja, belum mendapatkan pekerjaan, menjalankan usaha mandiri, maupun melanjutkan pendidikan.
Idham menegaskan, pendataan secara berkelanjutan menjadi bagian penting untuk mengukur keberhasilan program pelatihan kerja. Dengan sistem evaluasi yang terarah, Disnakertrans berharap lulusan BLK tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu terserap sesuai kebutuhan pasar kerja di Kabupaten Seruyan.







