BERITASERUYAN.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) secara resmi menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi SDM UMKM dan Kewirausahaan Melalui Pendidikan dan Pelatihan, Sabtu (4/7/2026). Mengusung tema “Digitalisasi UMKM, UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing Tahun 2026”, acara ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital bagi para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Seruyan.
Kegiatan ini di hadiri oleh Bupati Seruyan Sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Cabang Palangkaraya Ahmad Selangorwanda , Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias , Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Febriyan Aziz dan Jajaran Prokopimda Kabupaten Seruyan . Serta narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Muhammad Caesar L. Fauziah (Shopee Indonesia), Gusti Handi Aulia Budi Pratama dan Muhammad Salahudin Shah Saputra dari Bakul Benua. Materi perbankan juga turut disampaikan oleh Ahmad Zulkarnain dari Bank Kalteng Cabang Kuala Pembuang, dengan dipandu oleh moderator dari ISEI Cabang Palangka Raya, Dr. Lelo Sintane, MM.
Kegiatan ini mulai di laksanakan dari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 16.00 WIB dan di ikuti oleh 150 orang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Seruyan. Metode pelatihan yang diterapkan mencakup sesi praktik, pendampingan, hingga konsultasi one-on-one untuk membedah kendala spesifik yang dihadapi pelaku UMKM dalam mendigitalisasi usaha mereka.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah memaparkan strategi pengembangan UMKM yang difokuskan pada tiga pilar utama untuk mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah agar semakin berdaya saing.
Tiga pilar strategis tersebut meliputi Pilar pertama korporatisasi UMKM yaitu fokus pada upaya peningkatan kelembagaan dan penguatan skala ekonomi usaha. Pilar kedua adalah Peningkatan Kapasitas tidak hanya mencakup peningkatan kualitas produk, tetapi juga mencakup perluasan akses pasar bagi pelaku usaha. Pilar ketiga adalah fasilitasi akses permodalan bagi UMKM yang memiliki skala usaha yang terus meningkat.
Bupati Seruyan sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Cabang Palangkaraya dalam sambutannya menjelaskan bahwa sinergi yang harmonis antara tiga pilar utama yakni pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam memperkuat fondasi ekonomi di Bumi Tambun Bungai. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha adalah prasyarat mutlak. Dengan berkolaborasi, kita dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah agar lebih tangguh dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat luas,” pungkasnya.
Antusiasme pelaku usaha di Kabupaten Seruyan terhadap pelatihan ini tergolong sangat tinggi, hingga panitia harus membatasi kuota peserta menyesuaikan kapasitas tempat. Ke depannya, diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara bertahap agar lebih banyak pelaku UMKM yang terjangkau oleh program peningkatan kapasitas ini. (R1)







