MUARA TEWEH – Ketersediaan tenaga kesehatan di wilayah pedesaan kembali menjadi sorotan DPRD Barito Utara. Saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Haragandang, Kecamatan Lahei, Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait minimnya pelayanan kesehatan di desa tersebut.
Persoalan itu dinilai mendesak mengingat sebelumnya sempat mencuat kasus meninggalnya seorang ibu saat melahirkan yang diduga berkaitan dengan tidak tersedianya bidan maupun tenaga medis di wilayah setempat.
Menurut Patih Herman, masalah tersebut sebenarnya telah dibahas dalam rapat dengar pendapat bersama sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, RSUD, BPJS Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
“Permasalahan ini sebelumnya sudah kami bahas dalam RDP bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, RSUD, dan BPJS. Pada saat itu juga telah disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Barito Utara Hj Henny Rosgiaty dan anggota DPRD Barito Utara H Al Hadi terkait persoalan meninggal dunia saat melahirkan yang diduga karena tidak adanya bidan maupun tenaga kesehatan lainnya,” ungkapnya.
Ia menilai pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia hingga ke tingkat desa. Karena itu, kekurangan tenaga kesehatan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Patih Herman mengatakan dirinya telah menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara yang baru menjabat.
Menurutnya, Dinas Kesehatan berkomitmen melakukan evaluasi dan pembenahan, termasuk terkait penempatan tenaga kesehatan di Desa Haragandang. (Red)







