Anggota DPRD Palangka Raya Khemal Nasery

PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyoroti serius dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi besar menekan daya beli masyarakat, meningkatkan inflasi daerah, serta memengaruhi berbagai sektor usaha, mulai dari kebutuhan pokok hingga proyek pembangunan infrastruktur.

Dalam keterangannya, Khemal menyebut bahwa meskipun pemerintah pusat tidak menaikkan BBM bersubsidi, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya kesulitan masyarakat dalam mendapatkan BBM subsidi tersebut.

“Memang dengan kenaikan BBM ini sangat memukul daya beli dan daya tahan masyarakat dalam menghadapi kenaikan kebutuhan pokok. Pemerintah memang tidak menaikkan BBM bersubsidi, tapi barangnya tidak ada, ini menjadi problem,” ujarnya, Minggu (19/4/26).

Ia menegaskan bahwa kondisi ini akan berdampak langsung terhadap laju inflasi di Kota Palangka Raya. Berdasarkan data yang ia sebutkan, inflasi pada Februari masih berada di kisaran 5 persen, namun ia memperkirakan angka tersebut akan mengalami peningkatan pada bulan-bulan berikutnya seperti April, Mei, hingga Juni.

“Saya tidak tahu nanti perkembangan inflasi ke depan, tapi yang pasti ini akan berdampak pada kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng, dan lain-lain, termasuk bahan bangunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khemal menyoroti dampak kenaikan BBM terhadap sektor konstruksi. Menurutnya, biaya bahan bangunan dan operasional proyek akan ikut terdampak, sehingga perlu adanya penyesuaian harga di lapangan. (Red)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments