BERITASERUYAN.COM– Kabupaten Seruyan mendapat target program cetak sawah rakyat seluas 6.442 hektare yang akan dikerjakan hingga tahun 2029. Program tersebut merupakan program pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah berperan dalam pendampingan pelaksanaan di lapangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan, Sri Susanti, menyampaikan bahwa hingga saat ini realisasi cetak sawah di Kabupaten Seruyan mencapai 1.509 hektare, dengan progres pengolahan tanah baru sekitar 117 hektare.
“Pelaksana program ini dari pusat, kami di daerah hanya mendampingi. Perkembangan terakhir yang kami pantau, realisasi cetak sawah mencapai 1.509 hektare, namun pengolahan tanah yang benar-benar baru sekitar 117 hektare,” ujar Sri Susanti saat diwawancarai, Kamis (15/1).
Ia menjelaskan, sisa anggaran dari pusat untuk tahun 2025 telah dimasukkan ke dalam rekening penampungan pada akhir tahun. Pelaksanaan teknis di lapangan selanjutnya dilaksanakan oleh Kodim, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaan tersebut, DKPP Kabupaten Seruyan menawarkan lahan potensial seluas 2.627 hektare kepada Kodim. Namun setelah dilakukan survei oleh Komandan Kodim, lahan yang dinyatakan siap untuk dikerjakan hanya 1.148 hektare yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Seruyan Hilir dan Kecamatan Seruyan Hilir Timur.
“Setelah disurvei, yang bisa disanggupi hanya 1.148 hektare. Lokasinya di Pematang Limau seluas 150 hektare, Kartika Bakti 368 hektare, dan Halimau Jaya 660 hektare,” jelasnya.
Sri Susanti menambahkan, lahan seluas 1.148 hektare tersebut ditargetkan akan dikerjakan hingga 31 Maret mendatang. Sementara beberapa wilayah lain seperti Danau Sembuluh belum dapat dikerjakan karena keterbatasan waktu dan kondisi lapangan.
Terkait kendala di lapangan, ia menyebutkan akses jalan menjadi hambatan utama, terutama di wilayah seperti Danau Sembuluh yang belum memiliki akses memadai sehingga alat berat tidak dapat masuk. Selain itu, di wilayah Hanau, Tanjung Paring, dan sekitarnya, kondisi vegetasi yang masih berupa pepohonan besar serta tingginya debit air sungai menimbulkan risiko banjir, sehingga belum memungkinkan untuk dijadikan area persawahan.
Meski demikian, beberapa wilayah telah mulai terealisasi dalam program cetak sawah rakyat, di antaranya Seruyan Hilir, Hanau, Danau Sembuluh, dan Batu Ampar, meskipun pengolahan lahannya belum berjalan secara maksimal. (WD)







