BERITASERUYAN.COM– Kelanjutan pembangunan Rumah Singgah untuk orang terlantar dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Seruyan yang terbengkalai sejak tahun 2019 masih terkendala keterbatasan anggaran.
Hal tersebut disampaikan Miftahul Huda, Kasi Analis Bangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Seruyan, dalam wawancara pada Senin (19/1). Ia menjelaskan bahwa bangunan rumah singgah yang berada di samping TK Pembina, belakang Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), sebenarnya setiap tahun tetap dianggarkan.
“Untuk rumah singgah orang terlantar dan ODGJ itu sebenarnya ada anggarannya setiap tahun, namun alokasinya tidak banyak. Dengan bangunan yang cukup besar tapi anggaran terbatas, otomatis tidak bisa langsung selesai,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran tersebut berkaitan dengan kebijakan prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, pihak pimpinan kemungkinan masih menilai pembangunan rumah singgah tersebut belum menjadi prioritas utama.
“Kalau kami tentu berharap anggarannya bisa langsung diselesaikan, tetapi karena keterbatasan anggaran dan adanya skala prioritas, kemungkinan pihak pimpinan membatasi. Bisa jadi masih dianggap belum prioritas,” jelasnya.
Meski demikian, Miftahul menyebutkan bahwa secara teknis pembangunan rumah singgah tersebut seharusnya masih bisa dilanjutkan apabila anggaran tersedia.
“Untuk kelanjutannya seharusnya ada, tetapi kami juga belum mengetahui kepastiannya. Kalau ada anggaran, kami siap melaksanakan,” pungkasnya. (WD)







