PALANGKA RAYA – Provinsi Kalteng menargetkan perluasan tanam tetap berjalan optimal meski dihadapkan pada potensi tantangan iklim. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, mengatakan capaian luas tambah tanam (LTT) hingga April 2026 sudah melampaui 80 persen dari target bulanan.
“Untuk bulan April saja target sekitar 34 ribu hektare, dan saat ini sudah di atas 80 persen. Mudah-mudahan bisa tembus 40 ribu hektare,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu 3 Mei 2026. Ia menjelaskan, progres tersebut terus dipantau setiap hari untuk memastikan target tanam dapat tercapai sesuai perencanaan.
Secara kumulatif, periode tanam Maret hingga Oktober tahun ini juga dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun ada potensi gangguan cuaca akibat fenomena El Nino. “Sampai April, periode tanam Maret–Oktober cukup bagus dibanding tahun lalu. Walaupun ada prediksi El Nino, pola tanam masih aman dan bisa dimitigasi,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan infrastruktur hingga penyesuaian teknis budidaya. “Pertama menjaga ketersediaan air melalui jaringan irigasi, kemudian pompanisasi untuk daerah yang kekurangan air. Lalu penggunaan varietas tahan kekeringan dan penyesuaian penggunaan pupuk sesuai kondisi iklim, termasuk mengurangi pupuk kimia,” paparnya. (Red)







