BUPATI SERUYAN AHMAD SELANORWANDA

BERITASERUYAN.COM– Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dan sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Hal itu disampaikannya saat memberikan pembekalan kepada para pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kamis (9/10), di Gedung Serbaguna Kuala Pembuang.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa pembekalan dimaksudkan untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen seluruh pejabat dalam mendukung visi dan misi pemerintah daerah demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Namun, di tengah arahannya, ia menyoroti gaya kepemimpinan sebagian pejabat yang masih dinilai bermental feodal. Menurutnya, pola seperti ini telah menimbulkan kesan negatif di masyarakat bahwa pejabat sulit dijangkau dan enggan turun langsung melihat kondisi rakyat.

“Model kepemimpinan seperti itu sudah merambah ke berbagai tingkatan, termasuk ke dinas-dinas. Akibatnya, muncul persepsi bahwa pejabat tidak dekat dengan masyarakat,” ujar Ahmad Selanorwanda.

la juga mengingatkan agar para pejabat tidak lebih mementingkan urusan pribadi atau perjalanan dinas dibandingkan menyelesaikan tanggung jawab utama di wilayah kerjanya.

“Ada yang sibuk menghadiri kegiatan ke luar daerah, padahal tugas pokok di tempat sendiri masih terbengkalai. Kalau tidak ada perubahan, maka perubahan itu akan datang dengan sendirinya,” ucapnya dengan nada tegas.

Bupati yang akrab disapa Wanda ini juga menegaskan agar ASN tidak bersikap seperti “raja kecil” di instansi masing-masing. la menilai, mentalitas semacam itu justru akan merusak semangat pelayanan dan menghambat kinerja birokrasi.

“Jangan bersikap keras pada bawahan hanya karena merasa memiliki jabatan. ASN harus berjiwa pengabdian, bukan mencari keuntungan pribadi,” pesannya.

Selain soal etika kepemimpinan, Ahmad juga menyoroti lemahnya perencanaan anggaran yang kerap tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. la meminta agar setiap pejabat bekerja lebih disiplin, transparan, dan fokus pada hasil yang bermanfaat bagi publik.

“Kedisiplinan dan niat tulus melayani harus menjadi pondasi utama. Jika tidak, masyarakat sendiri yang akan menilai kinerja kita,” pungkasnya. (WD)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments