KAPUAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kapuas kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan melaksanakan pelatihan pembuatan batik. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diharapkan mampu membekali WBP dengan keahlian produktif untuk masa depan mereka.
Pelatihan pembuatan batik diikuti oleh sejumlah WBP yang telah diseleksik. Para peserta diajarkan mulai dari dasar teknik membatik, pembuatan pola, proses pewarnaan, hingga tahap akhir penyelesaian kain batik. Dengan metode praktik langsung, para WBP terlihat antusias mengikuti setiap tahapan yang diberikan.
Karutan Kapuas (Bapak Daniel Kristianto) menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan menambah keterampilan, tetapi juga memberikan ruang kreativitas bagi para WBP. Melalui keterampilan membatik, WBP diharapkan dapat menyalurkan energi positif, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus membuka peluang usaha setelah selesai menjalani masa pidana.
Selain itu, kegiatan pelatihan batik ini juga sejalan dengan program pembinaan kemandirian yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Rutan Kapuas terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan pembinaan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi proses reintegrasi sosial para WBP.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan WBP tidak hanya terampil dalam membuat batik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang usaha di kemudian hari. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata peran Rutan Kapuas dalam mendukung tujuan pemasyarakatan, yakni membina WBP agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang bermanfaat. (Red)







