BERITASERUYAN.COM- Pemerintah Daerah (Pemda) Seruyan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan melaksanakan rapat koordinasi terkait penyaluran cadangan pangan pemerintah dalam rangka penyaluran beras, Senin (20/5).
Rakor yang digelar di Aula DKPP Seruyan ini dipimpin oleh Pj Bupati Seruyan dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Sekretaris Daerah (Setda) Seruyan Adhian Noor.
“Jadi hari ini kita melaksanakan rakor terkait penyaluran cadangan beras pemerintah atau CBP tahap 2 untuk periode April sampai dengan Juni 2024,” katanya.
Dijelaskannya, dalam pelaksanaan rakor tersebut ada beberapa hal yang dibahas salah satunya terkait kendala-kendala di lapangan pada saat penyaluran. “Di lapangan ada beberapa kendala yang tidak dipahami masyarakat terkait yang mengatur pembagian yang mama selama ini dipercayakan kepada PT Pos,” ujarnya.
Sementara itu lanjutnya, sebagaimana kita ketahui bahwa Pos di Kabupaten Seruyan hanya tersedia di ibukota Kuala Pembuang dan di Hanau. Sehingga dengan keterbatasan tersebut untuk penyaluran CBP melalui Pos diteruskan kembali ke desa-desa penerima manfaat.
“Nah di desa ini yang kadang-kadang ada masyarakat yang salah paham, sehingga seakan-akan beras tersebut dibagi kepala desa di kantor atau di rumahnya yang mungkin seperti itu, dan berkaitan data juga ada kesalahan pahaman dari masyarakat,” imbuhnya.
Beberapa persoalan tersebut yang menurutnya menjadi poin penting yang dirumuskan dalam rakor tersebut untuk ditindaklanjuti agar tidak terjadi kesalahan pahaman di masyarakat. Sebagai tindak lanjut pemerintah daerah akan mensosialisasikan terkait penyaluran cadangan beras pemerintah tersebut ke masyarakat.
Selain itu tambah Adhian Noor, permasalahan lainnya yang menjadi kendala dalam penyaluran CBP ini yaitu terkait akses jalan di beberapa kecamatan yang sangat jauh.
“Tadi ada dilaporkan bahwa ada kendala jalan diwilayah Seruyan Tengah, Seruyan Hulu dan Suling Tambun yang akan dibagi penyaluran CBP per tiga bulan, karena kendala jarak. Kalau di wilayah bawah Insya Allah disalurkan per bulan,” ujarnya.
“Ini juga akan kita tindak lanjuti, kita akan koordinasikan dengan camat dan kemudian kepala desa yang menyampaikan ke masyarakatnya. Juga tadi kalau ada kendala jalan kita koordinasikan melalui daerah Kalimantan Barat, kan jalan sana bagus dan kalau memang bisa kenapa tidak,” pungkasnya.
Satu hal lagi yang menjadi kendala dalam penyaluran CBP yakni kemasan beras untuk bulan Mei yang masih belum siap. “Jadi kemasan untuk bulan Mei itu belum datang, jadi yang sudah siap untuk April bahkan sudah siap jalan,” imbuhnya. (red)







