Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi tekanan inflasi nasional melalui program strategis “Kepak Batara” (Ketahanan Pangan Keluarga Barito Utara). Inisiatif ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Bupati H. Shalahuddin menjelaskan bahwa inflasi dapat menekan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Program ‘Kepak Batara’ hadir sebagai benteng pertahanan ekonomi keluarga, agar masyarakat bisa tetap mandiri dan tidak terlalu bergantung pada harga pasar,” tegasnya.
Program ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan dan area kosong untuk menanam sayur-mayur, cabai, buah-buahan, serta mengembangkan peternakan kecil dan budidaya ikan. Langkah ini diharapkan membantu menekan biaya rumah tangga sekaligus memastikan ketersediaan pangan yang stabil.
Hery Jhon Setiawan, pelaksana Proyek Perubahan pada PKN I BPSDM Provinsi Kalteng, menekankan bahwa ketahanan pangan keluarga adalah pertahanan pertama menghadapi inflasi. “Dengan kemampuan keluarga memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, tekanan inflasi terhadap pengeluaran rumah tangga dapat berkurang secara signifikan,” ujarnya.
Program Kepak Batara didukung penuh oleh jajaran pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dan Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, serta melibatkan berbagai organisasi masyarakat seperti PKK, kelompok wanita tani, dan kelompok tani. Kolaborasi lintas pihak ini menjadi kunci keberhasilan program.
Melalui implementasi yang terintegrasi, pemerintah berharap Kepak Batara dapat mencetak masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan tangguh menghadapi tantangan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Barito Utara secara berkelanjutan.







