Fraksi Partai Demokrat DPRD Barito Utara, melalui juru bicara Ardianto, menyampaikan sorotan tajam mengenai besaran defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2026. Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD terkait penyampaian pemandangan umum fraksi.
Ardianto memaparkan kembali struktur RAPBD yang diajukan. Dengan pendapatan sebesar Rp3,138 triliun dan belanja sebesar Rp3,256 triliun, RAPBD 2026 mengalami defisit sekitar Rp117,7 miliar, atau setara 3,75 persen dari total anggaran, tanpa tercatat adanya pembiayaan daerah.
Menanggapi kondisi tersebut, Fraksi Demokrat secara hormat menyarankan kepada pemerintah daerah untuk berupaya menekan besaran defisit RAPBD 2026. Fraksi berpendapat, APBD harus berfungsi optimal sebagai pedoman yang menunjang pelayanan publik, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mencapai anggaran yang lebih sehat, Fraksi Partai Demokrat mengajukan beberapa langkah strategis, di antaranya:
Mendorong pertumbuhan ekonomi yang didukung kebijakan fiskal yang tepat.
Mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.
Meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Mengurangi pengeluaran pemerintah yang dianggap tidak mendesak.
Meskipun menyampaikan catatan dan saran strategis, Fraksi Partai Demokrat menyatakan dapat menerima RAPBD Tahun Anggaran 2026 sebagai tindak lanjut dari KUA-PPAS yang telah disepakati dan siap melanjutkan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah. (Red/Adm)






