KUALA KAPUAS – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kapuas menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan dengan menggaungkan gerakan Sekolah Ramah Anak dan Antibullying. Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-26 bertema “Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa” dan tagline “DWP Mengajar: Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, DWP Kapuas menggelar sosialisasi, deklarasi, serta bakti sosial di Aula Dinas Pendidikan Kapuas belum lama tadi.
Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi moral dan sosial bagi seluruh unsur pendidikan dari guru, kepala sekolah, hingga peserta didik—untuk bersama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan.
Ketua DWP Kabupaten Kapuas Silvia Veronita Usis I Sangkai menegaskan, bahwa peran istri Aparatur Sipil Negara tidak hanya mendukung suami secara administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berempati.
“Bullying masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan ini, kita ingin menegaskan komitmen bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Deklarasi Sekolah Ramah Anak adalah bentuk nyata kepedulian dan kasih sayang terhadap masa depan mereka,” ujarnya.
ementara itu, Ketua Panitia HUT ke-26 DWP Kapuas Hj Susilowati Suwarno melaporkan, sosialisasi menghadirkan narasumber dari Polres Kapuas dan DP3AP2KB Kabupaten Kapuas serta diikuti ratusan kepala sekolah, guru, dan peserta didik dari jenjang SD hingga SMA/SMK di wilayah Kuala Kapuas.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama pentingnya mencegah perundungan serta membangun budaya saling menghargai di sekolah,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, H. Suwarno Muriyat, yang membuka kegiatan, memberikan apresiasi atas langkah DWP Kapuas yang turut mendorong terwujudnya pendidikan berkarakter.
“Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar hanya bisa dicapai melalui koordinasi, kolaborasi, dan konsistensi semua pihak, termasuk peran DWP. Guru dan kepala sekolah harus memastikan tidak ada praktik bullying di lingkungan belajar,” tegasnya.
Sebagai puncak kegiatan, dilakukan Deklarasi Sekolah Ramah Anak oleh guru, tenaga pendidik, dan peserta didik sebagai simbol komitmen bersama menciptakan suasana belajar yang penuh empati dan menghargai perbedaan.
Selain itu, DWP Kapuas juga menyerahkan bantuan sosial berupa tas dan perlengkapan alat tulis bagi sejumlah TK binaan dan peserta kegiatan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan pendidikan Kabupaten Kapuas. (Red/Adm)







