BERITASERUYAN.COM– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah di Kabupaten Seruyan akan resmi dilaunching pada 4 Agustus 2025. Tanggal tersebut dipilih bertepatan satu hari sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Seruyan ke-22 yang jatuh pada 5 Agustus.
Hal itu disampaikan oleh Muhammad Yusuf, Anggota DPRD Seruyan dari Fraksi Gerindra, dalam wawancara pada Jumat (25/7).
“Launching-nya kita lakukan 4 Agustus, dan ini perdana di Kabupaten Seruyan. Jumlah penerima manfaat tahap awal sebanyak 3.286 orang, yang tersebar di wilayah Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur,” ujarnya.
Menurutnya, Seruyan Hilir Timur akan menjadi daerah penyangga, termasuk desa-desa seperti Persil Raya dan Pematang Limau. Ia menjelaskan bahwa seluruh persiapan telah dimatangkan, mulai dari finalisasi data penerima manfaat, kesiapan dapur, hingga distribusi.
“Untuk sepuluh hari ke depan, kita akan lakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari distribusi, divisi persiapan, proses packing, dapur koki, sampai pemantauan langsung di lapangan,” jelasnya.
Dijadwalkan, Gubernur Kalimantan Tengah juga akan turut hadir dalam peluncuran program ini. Salah satu agenda pada hari tersebut adalah kunjungan ke SDN 1 Sungai Bakau untuk melihat pelaksanaan langsung kegiatan MBG.
Sementara itu, dapur MBG di Hanau telah mencapai progres 80%, dan wilayah Pembuang Hulu Satu direncanakan akan meluncurkan program serupa pada bulan September.
“Memang kendala kita saat ini adalah jauhnya jarak antarwilayah. Karena kita diminta membangun dulu di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), seperti di Seruyan Hilir Timur. Di sana jarak antar desa cukup jauh, tapi kita sudah membagi zona distribusi,” tambah Yusuf.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, program MBG akan melakukan dua kali pengantaran setiap hari. Pagi hari untuk anak-anak TK, PAUD, dan Kelompok Bermain (KB), sementara siang hari untuk siswa SD, SMP, dan SMA.
Selain sekolah formal, program ini juga menyasar beberapa pondok pesantren, di antaranya Pesantren Nurul Zulam dan Pesantren Asseruyaniyah.
“Untuk menu makanannya bervariasi setiap hari dan ditentukan langsung oleh ahli gizi,” tutupnya. (WD)







